banner 728x250

Mulai Bulan Juni, Beri Uang kepada Pengemis Diancam Denda Rp 50 Juta.

banner 120x600
banner 468x60

Ilustrasi pengemis.
Motret.news – Sesuai Perauran Daerah (Perda) Nomor 16 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat, memberi uang kepada pengemis, gelandangan, dan orang telantar ( PGOT) di wilayah Banyumas terancam didenda Rp 50 juta.

Kepala Satpol PP Banyumas Setia Rahendra mengatakan, penindakan yang masuk kategori tindak pidana ringan (tipiring) itu segera diberlakukan secara tegas.

banner 325x300

Apalagi, jumlah PGOT di wilayah Banyumas bertambah.

Terkait sanksi ini, pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Direncanakan, pada pertengahan Juni mendatang, tipiring dilakukan, sosialisasi telah dilakukan di beberapa titik yang kerap disinggahi PGOT, sosialisasi dulu beberapa hari, kemudian edukasi, baru terakhir penindakan,” ujarnya, Senin (23/5/2022).

Selain denda uang, ada juga sanksi penyitaan KTP. “Jika nantinya dipandang masyarakat sudah tahu terkait ini maka akan dilakukan sidang tipiring,” imbuhnya.

Terkait cara pengawasan, Setia mengatakan, nantinya, ada petugas yang standby di lapangan dan berkoordinasi dengan Dishub Banyumas. “Pengawasan bisa dilihat melalui CCTV Dishub dan siapa saja yang memberi akan ditilang dan disurati,” jelasnya.

Dia berharap, sosialisasi ini efektif sehingga tidak ada penindakan karena semua masyarakat sadar tidak memberi uang pada PGOT.

“Selama ini, humanis saja dalam menindak, kalau bisa diedukasi kenapa harus keras,” katanya.

Saat ini, Satpol PP Banyumas terus gencar melakukan sosialisasi kepada para pengendara kendaraan dan masyarakat di titik-titik biasa ditemukan PGOT.

Sebelumnya, Dosen Sosiologi Fisip Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Tri Wuryaningsih MSi mengungkapkan, memberi uang kepada PGOT tidaklah mengedukasi.

Memang, itu sudah ada perdanya. Memberi di jalan itu tidak mengedukasi, itu yang ingin dibangun pemerintah,” jelasnya.(Bar)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.